Tahukah Anda, lebih dari 40% komunikasi formal dalam bisnis memakai kalimat yang menonjolkan objek, bukan subjek? Kita sering melihat pola ini dalam dokumen resmi dan laporan kerja.
Sebagai contoh, kalimat “A resignation letter will be written by me” sering digunakan dalam komunikasi formal. Pola ini disebut Passive Voice. Fokusnya berada pada penerima tindakan, bukan pelaku.
Panduan ini membantu Anda memahami konsep Suara Pasif secara mendalam. Kita membahas definisi, rumus, dan contoh penggunaan yang tepat. Struktur ini dapat membuat tulisan Anda tampak lebih profesional.
Mari pelajari cara menyusun kalimat efektif dan mudah dipahami, langkah demi langkah.
Poin Kunci
- Memahami fokus utama kalimat pada penerima tindakan.
- Mengenali pola dasar dalam pembentukan kalimat.
- Meningkatkan kualitas tulisan formal dengan struktur yang tepat.
- Menghindari kesalahan umum dalam penggunaan tata bahasa.
- Menerapkan rumus secara bertahap untuk hasil maksimal.
Apa itu Passive Voice?
Dalam tata bahasa, ada pola kalimat yang menempatkan fokus pada objek, bukan pelaku. Pola ini dikenal luas sebagai Passive Voice, atau kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.
Secara sederhana, Pengertian Suara Pasif ialah kalimat ketika subjek menerima tindakan, bukan melakukannya. Kalimat aktif menyoroti pelaku, sedangkan kalimat pasif menyoroti hasil atau objek tindakan.
Definisi Passive Voice
Dalam bahasa Indonesia, awalan “di-” atau “ter-” menunjukkan bentuk pasif, seperti “dibaca”, “ditulis”, atau “dibuang”. Bahasa Inggris memiliki konsep serupa: subjek menjadi pihak pasif dalam sebuah peristiwa.
Contohnya, dalam kalimat “Buku itu ditulis oleh penulis,” buku tersebut menjadi subjek yang menerima tindakan penulisan. Inilah inti Passive Voice yang perlu dipahami agar komunikasi lebih bervariasi.
Ciri-ciri Passive Voice
Bentuk ini memiliki dua elemen utama yang selalu hadir dalam kalimat. Pertama, gunakan auxiliary verb yang sesuai dengan tenses kalimat.
Kedua, kalimat ini selalu memakai past participle atau kata kerja bentuk ketiga (Verb 3). Tabel berikut membantu Anda memahami strukturnya:
| Aspek | Active Voice | Passive Voice |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Pelaku (Subjek) | Objek (Penerima) |
| Kata Kerja | Verb Dasar/Sesuai Tense | Be + Verb 3 |
| Contoh | She writes a book | A book is written |
Pentingnya Passive Voice dalam Bahasa
Menguasai Pengertian Suara Pasif penting untuk tulisan formal atau laporan ilmiah. Kita dapat menyembunyikan pelaku atau menekankan objek yang dibahas.
Dengan memakai Passive Voice, tulisan terdengar lebih objektif dan profesional. Informasi dapat disampaikan secara netral tanpa selalu menyebut pelakunya.
Kapan Menggunakan Passive Voice?
Penggunaan Suara Pasif cocok saat kita ingin menonjolkan objek, bukan pelaku tindakan. Dalam komunikasi sehari-hari dan tulisan formal, struktur kalimat menentukan pesan bagi pembaca.
Situasi yang Sesuai
Kita memilih Passive Voice saat pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak penting dalam konteks. Struktur ini juga membantu menyembunyikan pelaku demi menjaga objektivitas atau kesopanan.
Dalam laporan teknis atau berita, fokus utama sering diarahkan pada hasil atau peristiwa. Dengan penggunaan suara pasif, perhatian pembaca langsung tertuju pada objek yang mengalami perubahan atau tindakan.
Contoh Penggunaan
Dalam konteks formal, kita sering menemukan kalimat seperti “Keputusan tersebut telah diambil oleh pihak manajemen.” Penekanannya ada pada keputusan, bukan pihak yang mengambilnya.
Contoh lain terdapat dalam instruksi prosedur, seperti “Bahan kimia harus dicampur secara perlahan.” Kalimat ini lebih efektif karena berfokus pada keamanan proses, bukan pelakunya.
Perbedaan dengan Active Voice
Perbedaan utama terletak pada fokus subjek kalimat. Dalam kalimat aktif, subjek melakukan tindakan, sedangkan dalam kalimat pasif, subjek menerima tindakan.
Tabel berikut membantu kita memahami perbedaan keduanya dengan lebih jelas:
| Aspek | Active Voice | Passive Voice |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Pelaku (Subjek) | Penerima (Objek) |
| Tujuan | Menekankan siapa yang bertindak | Menekankan kejadian atau hasil |
| Kesan | Langsung dan dinamis | Formal dan objektif |
| Penggunaan | Percakapan sehari-hari | Laporan, berita, prosedur |
Struktur Kalimat Passive Voice
Dalam menyusun Kalimat Suara Pasif, kita perlu memahami perubahan fokus dalam sebuah pernyataan. Objek penerima tindakan pada kalimat aktif berpindah ke awal sebagai subjek kalimat pasif.
Perubahan ini menekankan tindakan, bukan pelakunya. Pemahaman ini menjadi dasar untuk mempelajari Passive Voice secara mendalam.
Subjek, Kata Kerja, dan Objek
Pada struktur ini, subjek baru menerima tindakan, bukan melakukannya. Kata kerja harus berbentuk past participle atau Verb 3.
Kata depan “by” dapat menunjukkan pelaku jika informasinya penting. Namun, pelaku sering dihilangkan agar kalimat lebih objektif.
Tenses dalam Passive Voice
Berbagai Jenis-Jenis Suara Pasif ditentukan oleh waktu kejadian atau tenses. Setiap tense mengubah bentuk kata kerja bantu atau auxiliary verb yang mengikuti kata kerja utama.
Misalnya, is/am/are dipakai untuk masa sekarang, sedangkan was/were dipakai untuk masa lampau. Pemilihan kata kerja bantu harus tepat agar pesan tetap benar secara tata bahasa.
Rumus Umum Passive Voice
Rumus umumnya menggabungkan subjek, kata kerja bantu yang sesuai, dan past participle. Tabel berikut membantu kita memahami pola tersebut dengan lebih mudah:
| Tense | Rumus Passive Voice | Contoh Singkat |
|---|---|---|
| Simple Present | Subject + is/am/are + V3 | The book is read |
| Simple Past | Subject + was/were + V3 | The book was read |
| Simple Future | Subject + will be + V3 | The book will be read |
Contoh Kalimat Dalam Passive Voice
Contoh berikut menunjukkan cara kerja Passive Voice dalam berbagai konteks. Perubahan struktur kalimat membantu kita memahami pola tata bahasa.
Contoh Menggunakan Berbagai Tenses
Penerapan Contoh Suara Pasif bergantung pada tenses yang digunakan. Kalimat berikut menunjukkan perubahan kata kerja menjadi Verb 3:
- Simple Present: “The red car is driven by my mother every day.”
- Simple Past: “The cheese was stolen by a mouse in the kitchen yesterday.”
- Simple Future: “Holiday will be announced by the head of the class.”
- Modal Verb: “The article must be created by Azka.”
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam percakapan sehari-hari, bentuk pasif sering menonjolkan objek, bukan pelaku. Saat berkata “The room is cleaned every morning,” fokusnya adalah kebersihan ruangan, bukan orang yang membersihkannya.
Tabel berikut membandingkan kalimat aktif dan bentuk Passive Voice:
| Tense | Kalimat Aktif | Kalimat Pasif |
|---|---|---|
| Present | She writes a book. | A book is written by her. |
| Past | He fixed the bike. | The bike was fixed by him. |
| Future | They will build a house. | A house will be built by them. |
| Modal | We can solve this. | This can be solved by us. |
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Passive Voice
Mari kita bedah kesalahan umum saat menggunakan Passive Voice, atau Kalimat Suara Pasif. Walau terdengar formal, penggunaan yang keliru dapat membuat tulisan kaku atau membingungkan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah satu kekurangan suara pasif yang sering muncul ialah ketidaksesuaian antara to be, subjek, dan tenses. Banyak penulis memakai Verb 1 atau Verb 2 setelah auxiliary verb. Seharusnya, gunakan past participle atau Verb 3.
Kata depan “by” juga sering dicantumkan secara berlebihan. Berikut beberapa kesalahan teknis yang perlu kita waspadai:
- Menggunakan to be yang tidak selaras dengan subjek kalimat.
- Lupa mengubah kata kerja utama menjadi bentuk Verb 3.
- Menyertakan pelaku (agent) dengan “by” padahal informasi tersebut tidak relevan atau tidak diperlukan.
- Membuat kalimat suara pasif menjadi terlalu berbelit-belit sehingga pesan utama sulit dipahami.
Cara Menghindari Kesalahan
Periksa tulisan secara bertahap. Langkah ini membantu kita mengenali Kekurangan Suara Pasif yang muncul tanpa disadari.
Berikut langkah praktis untuk memperbaiki kalimat suara pasif kita:
- Periksa Subjek: Pastikan subjek dalam kalimat adalah penerima aksi, bukan pelaku.
- Tentukan Tenses: Sesuaikan to be dengan waktu kejadian yang ingin kita sampaikan.
- Validasi Kata Kerja: Pastikan kita selalu menggunakan Verb 3 setelah auxiliary.
- Evaluasi Kejelasan: Tanyakan pada diri sendiri apakah penggunaan Passive Voice memang diperlukan atau justru membuat kalimat menjadi tidak efektif.
Panduan ini membantu kita menghindari kesalahan fatal. Tujuan utama kita ialah menyampaikan informasi dengan jelas dan efisien kepada pembaca.
Kelebihan Menggunakan Passive Voice
Kita sering perlu mengalihkan fokus pembaca dari pelaku kepada hasil tindakan. Dalam banyak tulisan, kelebihan suara pasif terlihat saat objek penerima aksi menjadi pusat perhatian. Dibandingkan active voice, Kelebihan Suara Pasif menyampaikan informasi dengan nuansa berbeda.

Penekanan pada Kejadian
Tujuan utama Passive Voice ialah menekankan kejadian, bukan pelakunya. Struktur ini tepat saat kita ingin menyoroti hasil akhir.
Perhatikan contoh ini: “Twenty-five thousand dollars was stolen.” Fokus kalimat ini ialah uang yang hilang, bukan pencuri yang identitasnya tidak diketahui.
- Menonjolkan objek yang terkena dampak langsung.
- Memberikan kesan formal dan objektif dalam laporan.
- Memastikan pembaca memahami hasil akhir dari sebuah peristiwa.
Menghindari Penyebutan Pelaku
Selain menonjolkan kejadian, Suara Pasif berguna untuk menjaga anonimitas. Bentuk ini juga tepat saat pelaku tindakan tidak relevan untuk disebutkan. Teknik ini menjaga nada tulisan tetap netral dan profesional.
Ada beberapa alasan untuk tidak menyebutkan pelaku dalam kalimat:
- Pelaku tindakan tidak diketahui secara pasti.
- Identitas pelaku dianggap tidak penting bagi pembaca.
- Kita ingin menghindari kesan menyalahkan pihak tertentu secara langsung.
Dengan menggunakan Suara Pasif, kita dapat membuat kalimat lebih diplomatis. Cara ini membantu laporan teknis atau berita yang menuntut objektivitas tinggi. Penulis tidak perlu memasukkan detail subjek yang tidak perlu.
Latihan Praktis Passive Voice
Mari uji pemahaman tentang Passive Voice melalui latihan praktis yang menantang. Tata bahasa paling mudah dikuasai melalui praktik dalam berbagai konteks kalimat.
Latihan Menyusun Kalimat
Susun kata-kata acak berikut menjadi kalimat pasif yang benar. Perhatikan posisi auxiliary verb dan past participle (Verb 3) dalam kalimat.
- (the cake / by / eaten / was / Budi)
- (are / the letters / written / by / them / every day)
Mengubah Kalimat Active ke Passive
Ubah kalimat aktif berikut menjadi Contoh Suara Pasif yang tepat. Pindahkan objek menjadi subjek, lalu sesuaikan kata kerja dengan tenses yang digunakan.
- Active: “Siti cleans the room.” -> Passive: …
- Active: “They will finish the project.” -> Passive: …
Mengoreksi Kalimat Passive
Kesalahan kecil sering muncul saat kita menggunakan Passive Voice. Temukan kesalahan dalam Verb 3, subject-verb agreement, atau posisi “by + subject”.
Perhatikan beberapa hal berikut saat mengoreksi kalimat.
- Pastikan Verb 3 sudah benar (misalnya: written bukan writed).
- Periksa apakah auxiliary verb (is/am/are/was/were) sesuai dengan subjek baru.
- Nilai apakah “by” diperlukan atau membuat kalimat kurang efektif.
Dengan rutin mengerjakan Contoh Suara Pasif ini, Anda akan semakin mahir membuat kalimat kompleks dan profesional. Ulangi latihan sampai Anda percaya diri menggunakan tata bahasa tersebut.
Perbedaan Antara Passive Voice dan Active Voice
Pilihan kalimat aktif atau pasif bergantung pada fokus informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Memahami beda kalimat aktif dan kalimat pasif membantu Anda memilih struktur tepat dalam setiap situasi komunikasi.

Karakteristik Keduanya
Dalam Active Voice, subjek kalimat menjadi pelaku yang melakukan tindakan. Struktur ini lugas dan dinamis karena menempatkan pelaku di awal kalimat.
Sebaliknya, Passive Voice mengalihkan fokus dari pelaku kepada penerima tindakan. Ada berbagai Jenis-Jenis Suara Pasif, sesuai dengan tenses dalam kalimat.
Contohnya, kalimat “The Beatles wrote A Hard Day’s Night” menekankan grup musik tersebut. Jika diubah menjadi “A Hard Day’s Night was written by the Beatles”, fokusnya beralih kepada karya itu.
Kapan Lebih Baik Menggunakan Masing-Masing
Gunakan kalimat aktif untuk menyampaikan pesan yang ringkas dan jelas. Struktur ini tepat ketika pembaca perlu mengetahui pelaku tindakan.
Kita juga perlu memahami Kekurangan Suara Pasif jika menggunakannya terlalu sering. Kalimat pasif biasanya lebih panjang dan kurang bertenaga daripada kalimat aktif.
Bentuk pasif berguna saat pelaku tidak diketahui atau tindakannya lebih penting daripada subjek. Perbandingan berikut membantu Anda memilih struktur yang tepat:
| Fitur | Active Voice | Passive Voice |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Pelaku tindakan | Penerima tindakan |
| Kesan Tulisan | Langsung dan tegas | Formal dan objektif |
| Panjang Kalimat | Umumnya lebih pendek | Umumnya lebih panjang |
| Penggunaan | Narasi dan instruksi | Laporan ilmiah atau berita |
Tips untuk Menguasai Passive Voice
Meningkatkan kefasihan dalam Passive Voice dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana setiap hari. Kami percaya konsistensi membantu memahami struktur kalimat yang sering dianggap rumit.
Dengan strategi tepat, Anda akan lebih percaya diri saat berkomunikasi. Mari pelajari beberapa metode praktis untuk memperdalam kemampuan Anda.
Pembacaan dan Penulisan
Salah satu cara terbaik memahami Penggunaan Suara Pasif ialah membaca teks formal secara aktif. Kami menyarankan Anda membaca explanation text atau news item text yang tersedia di media massa internasional.
Saat membaca, tandai setiap kata kerja bantu atau auxiliary verb yang diikuti Verb 3. Latihan ini membantu otak mengenali polanya secara alami.
Selain membaca, tulislah ulang kalimat aktif menjadi pasif secara rutin. Latihan ini memperkuat pemahaman tentang perubahan tenses yang diperlukan dalam setiap kalimat.
Mendengarkan Masyarakat Berbahasa Inggris
Mendengarkan penutur asli atau native speaker memberi wawasan tentang penggunaan Passive Voice dalam percakapan nyata. Fokuslah pada cara mereka menekankan objek, bukan pelaku, dalam sebuah kejadian.
Kami menyarankan Anda mendengarkan siniar atau berita berbahasa Inggris setiap hari. Identifikasi kalimat pasif yang mereka ucapkan, lalu catat dalam buku latihan.
Berikut tabel perbandingan metode latihan untuk meningkatkan Penggunaan Suara Pasif:
| Metode Latihan | Fokus Utama | Manfaat |
|---|---|---|
| Membaca Teks Formal | Identifikasi Pola | Memahami struktur Passive Voice |
| Menulis Ulang Kalimat | Transformasi Tenses | Meningkatkan ketepatan tata bahasa |
| Mendengarkan Audio | Intonasi dan Konteks | Meningkatkan kepercayaan diri |
Kesimpulan tentang Passive Voice
Tata bahasa Inggris yang baik membuka banyak peluang dalam komunikasi profesional. Pemahaman mendalam tentang Passive Voice dapat meningkatkan kualitas tulisan Anda secara signifikan.
Inti dari Penggunaan Kalimat
Struktur ini menempatkan fokus utama pada objek atau penerima tindakan. Pastikan auxiliary verb sesuai dengan tenses yang digunakan. Gunakan Verb 3 atau past participle dengan tepat agar kalimat terdengar alami.
Manfaat Strategis dalam Komunikasi
Memahami Kelebihan Suara Pasif membantu Anda memilih gaya ini saat lebih efektif daripada bentuk aktif. Anda dapat menonjolkan hasil pekerjaan atau peristiwa tanpa selalu menyebutkan pelakunya. Kemampuan ini berguna dalam laporan bisnis, tulisan akademis, dan korespondensi formal di perusahaan seperti Google atau Microsoft.
Kami mendorong Anda berlatih menyusun kalimat setiap hari. Ubah teks berita atau artikel favorit menjadi bentuk pasif untuk mengasah insting bahasa. Latihan konsisten membuat penggunaan Passive Voice lebih mudah dan natural dalam percakapan sehari-hari.